Tembakan Salvo untuk Kakek dan Ayah, Rangkaian Melati untuk Bunda dan Nenek

Dua generasi sejak perebutan kemerdekaan Indonesia dari penjajah kolonial, bhakti mu kepada negara dan bangsa ini selalu membuatku meneteskan air mata saat mendengar kumandang Indonesia Raya. Teringat akan kehangatanmu sebagai seorang Kakek dan seorang Ayah. Kupersembahkan bingkisan kecil di-era ini sebentuk monumen maya agar bhaktimu dapat selalu dikenang oleh kami, sebagai penerusmu. Selamat jalan Kakek dan Ayah -ku, kepergian mu diiringi tembakan salvo sebagai tanda penghargaan negara dan bangsa ini atas pengabdianmu. Demikian pula Nenek dan Bunda -ku, yang telah setia ikut serta, mengiringi, mendukung perjalanan ini. Kami, anak - anak mu selalu bertekad untuk meneruskan semua yang terbaik yang pernah engkau berikan kepada negara dan bangsa ini dan kepada kami semua. Ya Alloh ridhoilah pengabdian dan perjuangan para pendahulu kami, Ibu, Ayah, Nenek, dan Kakek kami. Dan berilah kami kekuatan, petunjuk, dan hidayahMu untuk dapat selalu mengabdi dan berjuang untuk berbuat kebaikan. Amin. (Andi, Ari, Ruri)

Sabtu, 13 Februari 2010

Mayor (Purn) Soenardi



Soenardi kecil dilahirkan di Surabaya tanggal 11 April 1927. (narasi lengkap masih dalam proses). Wafat pada tanggal 14 Februari 1996h

Tidak ada komentar:

Posting Komentar